Di sudut gereja itu ada sebuah menara berwarna abu-abu yang tinggi,
dan di puncak menara itu, demikian menurut kata orang, ada sebuah
rangkaian lonceng yang paling indah di dunia. Tetapi kenyataannya tak
ada yang pernah mendengar lonceng-lonceng ini selama bertahun-tahun.
Bahkan tidak juga pada hari Natal. Karena merupakan suatu adat pada
Malam Natal bagi semua orang untuk datang ke gereja membawa persembahan
mereka bagi bayi Kristus. Dan ada masanya di mana sebuah persembahan
yang sangat tidak biasa yang diletakkan di altar akan menimbulkan alunan
musik yang indah dari lonceng-lonceng yang ada jauh di puncak menara.
Ada yang mengatakan bahwa malaikatlah yang membuatnya berayun. Tetapi
akhir-akhir ini tak ada persembahan yang cukup luar biasa yang layak
memperoleh dentangan lonceng-lonceng itu.
Sekarang beberapa kilometer dari kota, di sebuah desa kecil, tinggal
seorang anak laki-laki bernama Pedro dengan adik laki-lakinya. Mereka
hanya tahu sangat sedikit tentang lonceng-lonceng Natal itu, tetapi
mereka pernah mendengar mengenai kebaktian di gereja itu pada Malam
Natal dan mereka memutuskan untuk pergi melihat perayaan yang indah itu.
Sehari sebelum Natal sungguh menggigit dinginnya, dengan salju putih
yang telah mengeras di tanah. Pedro dan adiknya berangkat awal di siang
harinya, dan meskipun cuaca dingin mereka mencapai pinggiran kota saat
senja. Mereka baru saja akan memasuki salah satu pin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar