Mang Udin, begitulah dia dipanggil, seorang penjual jasa perbaikan
sepatu yang sering disebut tukang sol. Pagi buta sudah melangkahkan
kakinya meninggalkan anak dan istrinya yang berharap, nanti sore hari
mang Udin membawa uang untuk membeli nasi dan sedikit lauk pauk. Mang
Udin terus menyusuri jalan sambil berteriak menawarkan jasanya. Sampai
tengah hari, baru satu orang yang menggunakan jasanya. Itu pun hanya
perbaikan kecil.
Perut mulai keroncongan.........
(selengkapnya, lihat di http://nomor1.4j.org/arasku862/Kisah-Dua-Tukang-Sol.htm … #nomor1
Tidak ada komentar:
Posting Komentar